Follow by Email

Kamis, 27 September 2012

PAKAIAN ADAT DI INDONESIA

PAKAIAN ADAT JAWA BARAT

Pakaian Adat Jawa Barat




















Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan ber-ibukota di Kota Bandung. Kalau melihat budaya jawa barat melalui Pakaian Tradisional yang ada di provinsi ini, pakaian tradisional daerah Jawa Barat memiliki beragam busana dan di golongkan menjadi pakaian rakyat biasa, Pakaian Kaum Menengah, Pakaian Bangsawan/Menak, Pakaian Mojang dan Jajaka serta pakaian pengantin. Baca selanjutnya Pakaian Adat Tradisional Daerah Jawa Barat



Pakaian Rakyat Biasa Jawa Barat
Pria : menggunakan celana komprang/pangsi dilengkapi sabuk, baju kampret atau salontreng (baju kurung), kepala memakai iket lohen dan memakai kain sarung poleng yang diselempangkan dari bahu kanan kearah pinggang sebelah kiri atau sebaliknya. Alas kaki memakai sandal tarumpah sebagai pelengkapnya.
Wanita : menggunakan sinjang kebat (kain batik panjang), beubeur atau angkin (ikat pinggang), kutang (kamisol), baju kebaya dan selendang batik. Sebagai pelengkap, rambut digelung jucung (disanggul kecil ke atas), perhiasan memakai geulang akar bahar (gelang akar bahar), suweng pelenis (giwang bundar terbuat dari perakatau emas), ali meneng (cincin polos terbuat dari perak atau disepuh emas) dan alas kaki memakai sendal jepit/sendal keteplek.
Pakaian Kaum Menengah Jawa Barat
Pria : menggunakan baju bedahan putih, kain kebat batik memakai sabuk dan ikat kepala, alas kaki sandal tarumpah, arloji berantai emas yang digantung disaku baju, merupakan kelengkapan berbusana.
Wanita : menggunakan kain kebat batik beraneka corak sebatas mata kaki, beubeur, kebaya beraneka warna, selendang berwarna, alas kaki memakai selop atau kelom geulis. Sebagai pelengkap, rambut disanggul, memakai perhiasan giwang, kalung, gelang dan cincin yang terbuat dari emas atau perak.
Pakaian Bangsawan/Menak Jawa Barat
Pria :
Model 1
• Baju jas tutup/bedahan dengan bahan beludru warna hitam bersulam benang emas menyusuri pinggir baju dan ujung lengan baju selebar 2,5 cm;
• Celana panjang bahan beludru hitam dengan sulaman dan kelim emas di seputar pinggir bawah celana selebar sulaman pada leher baju;
• Kain dodot motif rereng parang rusak yang dilepe (tumpukan lipatan kain pada ujung kanan selebar 6 cm. sebanyak 7 atau 9 lipatan);
• Sabuk atau benten emas, digunakan sebagai alat untuk pengencang kain;
• Bendo dengan motif yang sama dengan dodot sebagai tutup kepala;
• Alas kaki memakai kaos dan sepatu hitam atau selop hitam.
Model 2
• Jas tutup warna hitam;
• Kain kebat batik motif rereng;
• Tutup kepala/bendo motif rereng (sama dengan motif kain);
• Sabuk;
• Jam rantai sebagai hiasan baju;
• Alas kaki sepatu hitam atau selop.
Wanita : menggunakan kebaya beludru hitam dengan sulaman benang emas pada seluruh sisi depan kebaya hingga leher, mengitari bagian lingkaran pinggul dan seputar pergelangan tangan, memakai kain kebat motif rereng, alas kaki sepatu atau selop beludru hitam bersulam emas atau manik-manik. Sebagai pelengkap, rambut disanggul rapi memakai tusuk konde emas, perhiasan giwang, gelang keroncong, cincin, kalung, peniti rantai, bros, semua perhiasan terbuat dari emas bertahtakan berlian.
Pakaian Mojang dan Jajaka Jawa Barat
Pakaian tradisional daerah Jawa Barat yang sudah dijadikan pakaian standar/baku dan sering dipakai pada acara resepsi oleh para mojang (gadis) dan jajaka (jejaka) adalah :
Pria : menggunakan jas tutup atau jas takwa dengan warna bebas, celana panjang, kain dodot motif bebas, bendo sebagai penutup kepala, alas kaki sepatu atau selop dan rantai kuku macan atau jam rantai sebagai hiasan pada jas tutup.
Wanita : menggunakan kebaya polos dihiasi sulaman atau manik-manik, kain kebat dilepe, kutang (kamisol), beubeur (ikat pinggang) untuk mengencangkan kain, alas kaki memakai selop yang sewarna dengan kebaya, karembong (selendang) sebagai pemanis. Sebagai pelengkap rambut disanggul rapi memakai hiasan bunga dan tusuk konde, perhiasan gelang kalung, cincin, dan bros.
Pakaian Pengantin Jawa Barat
Pakaian Pengantin Sukapura
Pria : menggunakan kain rereng, baju jas tutup warna putih dengan ikat pingga warna putih, tutup kepala bendo motif rereng, dan selop warna putih. Sebagai hiasan kalung panjang, kalung bunga dan memakai keris.
Wanita: menggunakan kain rereng eneng, kebaya brukat putih dengan memakai ikat pinggang atau benten warna emas, dan selop warna putih, sedangkan rambut disanggul memakai siger subadra, tujuh buah kembang goyang, lima untaian mangle (bunga sedap malam). Sebagai pelengkap perhiasan, lengan memakai kilat bahu, gelang, kalung panjang, bros, giwang dan cincin
Pakaian Pengantin Cirebon
Pria : menggunakan baju oblong warna krem dilengkapi terataian, celana panjang beludru hijau, kain dodot batik cirebonan, ikat pinggang, memakai keris dan kilat bahu.dan gelang kono. Kepalanya menggunakan mahkota Prabu Kresna, memakai selop warna hijau dengan perhiasan menggunakan gelang kono dan gelang kaki.
Wanita : menggunakan kemben beludru warna hijau, terataian, kain batik cirebonan, pending dan selop warna hijau. Memakai siger mahkota suri, untaian melati bawang sebungkus, kalung tiga susun, kilat bahu dan gelang kono. 

Sumber : http://www.anjjabar.go.id




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar